Selamat untuk SBY-Boediono

November 9, 2009

Keluarga besar Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengucapkan
selamat atas dilantiknya Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono sebagai
Presiden Republik Indonesia dan Prof. Dr. Boediono, M.Ec. sebagai Wakil
Presiden Republik Indonesia bersama Jajaran Kabinet Indonesia Bersatu
II masa bakti 2009-2014.

Teriring doa, semoga Alloh Subhanahu Wata’ala melimpahkan petunjuk,
lindungan dan bimbinganNya dalam mewujudkan Indonesia yang baldatun
thoyyibatun warobbun ghofur.
Hormat kami Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Prof.Dr.Ir.KH.Abdullah Syam, M.Sc. sebagai Ketua Umum.

Sekretariat: Jl.tawakal IX No.13-15, Telp.021-5605851, 5682232; Fax:021-5633197, Jakarta Pusat 11440.
[www.ldii.or.idwww.ldii-online.comwww.blogldii.wordpress.com]

ldii-congrat-sby-boediono

Iklan

Turut Berdukacita

Oktober 4, 2009

Dewan Pimpinan Daerah
Lembaga Dakwah Islam Indonesia
( L D I I )
Provinsi Nusa Tenggara Barat

Beserta
Seluruh Pengurus Harian

Turut BERDUKACITA dan BERBELASUNGKAWA yang sedalam-dalamnya
atas musibah yang menimpa saudara-saudara kami di Sumatra Barat dan sekitarnya.
Semoga kita semua diberi kesabaran, ketabahan dan keringanan dalam menghadapinya

SBY Kesal Pejabat Tertawa-tawa Saat Bencana

Oktober 2, 2009

Peringatan keras diberikan kepada para pejabat terkait penanganan bencana menyusul gempa 7,6 skala richter (SR) di Sumbar. Para pejabat harus mengutamakan kecepatan dan bertindak serius. Pejabat tidak boleh tertawa-tawa saat menangani bencana.

“Ada petugas yang (saat gempa Jabar) ketawa-ketawa saat masuk CNN. Kalau itu dilihat dunia, katanya ada musibah, katanya mengubur jenazah, kok pada ketawa-ketawa,” kata SBY saat berkunjung di Balaikota Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (2/10/2009).

SBY meminta semua pihak mengutamakan kecepatan dalam tanggap darurat penanganan bencana. Bukan hanya untuk perusahaan, namun juga para pemimpin, dari tingkat pusat maupun daerah harus bertindak cepat.

“Kecepatan harus diutamakan. Saya hitungannya jam. Kalau bisa 1 atau 2 jam jangan tunggu 1 atau 2 hari. Oleh karena itu saya tidak suka pemimpin dalam keadaan begini duduk di belakang meja. Siapapun, bukan hanya Bupati atau Walikota, tapi juga para petugas,” tegas SBY.

Pada kesempatan itu, SBY juga mengungkapkan kekesalannya pada jabat yang mencari selamat terlebih dulu saat gempa dan pejabat yang menganggap enteng masalah.

“Saya tidak suka kalau ada pejabat pemerintah menggampangkan. Ah biasa saja kok. Tidak. Selalu ada pelajaran baru yang bisa kita ambil. Hanya dengan cara begitu kita bisa bertugas,” tukas dia.

Tak lupa, SBY pun meminta masyarakat agar tidak menjadikan lokasi bencana sebagai tempat wisata, yang ujung-ujungnya malah merepotkan evakuasi. Pers pun diminta empatinya, agar malah tidak menghalangi proses evakuasi korban

“Bukannya tidak boleh meliput, tapi bikinlah jarak. Petugas jangan malas dan ragu untuk buat pengumuman di tempat yang banyak massa. Ada megafon, bisa teriak tolong Bapak-Ibu jangan masuk ke tempat ini, ada pasien yang kakinya diamputasi. Setiap jiwa penting untuk diselamatkan kecuali Allah menentukan lain,” tandas SBY.
Sumber : Detik.com

Kebersihan Tanggung Jawab Bersama

September 4, 2009

Kesehatan lingkungan tidak hanya sebatas kebersihan pinggir jalan atau pekarangan perumahan tapi lebih dari itu. Sungai atau kali yang merupakan muara dari selokan-selokan kecil dari pemukiman sangatlah penting untuk diperhatikan. Hal inilah yang mendasari bp. Aban selaku kepala Lingkungan Kekalik Barat mengambil inisiatif untuk menata pinggir kali yang kurang kelihatan “nyaman”. Bersama dengan para pemuda, remaja, dan warga Kekalik Barat, bp. Aban ikut terjun membersihkan pinggir kali. Tidak ketinggalan warga LDII yang merupakan bagian dari warga Kekalik Barat juga ikut bergabung. Peran serta warga LDII di Kekalik Barat sangat diperhitungkan oleh bp. Aban. Ini terbukti dari gotong royong ini yang hadir justru kebanyakan dari warga LDII. Tidak hanya itu dalam acara-acara lingkungan warga LDII juga diminta kesediaannya untuk bisa mengambil bagian.